Kamis, 20 Februari 2014

"TIM NASIONAL INDONESIA"

Tim Nasional yang belum bisa menjadi idaman bagi bangsa Indonesia.


NATURALISASI BUKAN JALAN TERBAIK UNTUK SEPAKBOLA INDONESIA

Sekarang sudah tidak asing lagi kita mendengar nama-nama seperti Diego Micheal, Irfan Bachdim, Cristian Gonzales di skuad Tim Nasional Sepakbola Indonesia, sampai yang teranyar sekarang seperti Grek Ngokolo, Victor Igbonefo dan Stevano Lilifany yang di datangkan langsung dari Belanda yang katanya masih ada darah Indonesia mengalir didalam Stevano.
Apa memang sudah sesulit itu kah Tim Nasional kita menemukan anak-anak bangsa yang memiliki kualitas lebih dari mereka para pemain naturalisasi?. Pemain-pemain tersebut diatas adalah beberapa contoh nama dari sebagian pemain sepakbola yang kini sudah berganti kewarganegaraan menjadi WNI hanya untuk memperkuat skuad Merah Putih berlaga disemua kompetisi. Melihat nama-nama para pemain Naturalisasi tersebut kita juga tidak boleh menutup sebelah mata bahwa kualitas-kualitas para pemain lokal tidak boleh dianggap sudah pudar, contohnya nama-nama seperti Boci a.k.a Boas Salosa dan Ahmad Bustomi adalah mutiara-mutiara asli binaan sepakabola Indonesia, tidak bisa kita pungkiri juga bahwa talenta-talenta muda pesepakbola di Indonesia bertebaran dari Sabang sampai Merauke, dari sekolah-sekolah sepakbola sampai tim-tim yang ada di Liga resmi dibawah naungan PSSI. Mungkinkah asset-aset tersebut harus pupus karena kebijakan PSSI yang coba merekam jejak negara-negara tetangga guna menghalalkan para pemain lain untuk bissa memperkuat Tim Nasional kita dengan jalan NATURALISASI! Kalau saja pembibitan di usia muda sudah dilakukan dengan baik sejak dahulu mungkin jalan Naturalisasi bukan jalan yang baik untuk kemajuan dan perkembangan Sepakbola Indonesia. Setidaknya proses tersebut membantu kita menemukan talenta-talenta baru untuk menggantikan para pemain-pemain yang sudah uzur dimakan usia. Boleh jadi pembibitan pemain di usia muda juga dapat membantu para pengurus Sepakbola di negeri ini menyeleksi seluruh telenta-talenta asli binaan Indonesia karena mereka lahir dan besar di Indonesia.
Salah satu alasan terkuat mengapa Tim Nasional kita jalan pintas melakukan Naturalisasi adalah karena sudah lama kita tidak berprestasi baik ditingkat ASIA maupun Internasional, bahkan katanya Negara kita sudah tertinggal jauh dari Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang notabennya dulunya mereka jauh dibawah Indonesia, untuk pringkat FIFA saja Indonesia masih dibawah ketiga Negara tersebut. Sungguh ironis memang melihat negara kita yang secara Geografis lebih unggul jauh dari mereka, mengapa untuk mendapatkan 25 pemain terbaik saja kita harus menyisihkan para talenta-talenta lokal guna mendatangkan para pemain naturalisasi yang menyanyikan lagu Indonesia Raya saja mereka masih terbata-bata. Sadar atau tidak sadar sedikit demi sedikit kita sedang mengikis kebanggaan kita sebagai Negara yang besar akan sepakbolanya. Akankah Naturalisasi ini menjawab akan keraguan pecinta sepakbola seantero Indonesia akan Tim Nasional kita yang berprestasi dan haus akan gelar yang sudah lama membeku dan kering. Kita berharap kedepan pembibitan pemain-pemain muda asli Indonesia lah yang akan mengisi wajah-wajah di skuad Merah-Putih yang akan memberikan gelar dan prestasi untuk bangsanya, bukan jalan pintas dengan cara Naturalisasi. Karena Naturalisasi bukan jalan terbaik untuk Sepakbola Indonesia. “Merah Putih di dadaku”. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar