Sabtu, 19 April 2014

Sepakbola dan harga diri bangsa

            Bangsa Indonesia, negeri dengan dua ratus juta penduduknya terbentang dari ujung Sabang sampai tanah Papua berdiri dengan semangat pancasila dan Garuda membuat negara ini kaya akan keanekaragaman nya. Bangsa yang berdiri dari hasil perjuangan, air mata, harta, dan darah membekas bangga di dada kita sebagai anak muda penerus bangsa. Hari ini, kita berdiri diatas semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa yang mau memberikan jiwa dan raga nya untuk kemerdekaan bangsa ini. Pertanyaan besar bagi anak muda bangsa saat ini adalah bagaimana cara kita membayar dan memberikan sumbangsih balik terhadap para pendiri bangsa tersebut untuk bangsa ini.

            Pastinya salah satu cara yang dapat kita berikan untuk membalas bakti mereka adalah dengan sedikit hal namun dapat memberikan arti dan dampak baik yang terlihat, karena untuk melakukan sesuatu yang baik pasti ada proses dan perjuangannya. Dari proses dan perjuangan itulah maka akan terlihat hasilnya nanti. Sebagai pecinta dan penyuka sepakbola maka hal terbesar yang dapat diberikan untuk bangsa ini adalah dengan mengembangkan sepakbola nasional ke arah yang lebih baik. Dalam hal ini, menjadi bagian dari perubahan dan kemajuan sepakbola Indonesia adalah sebuah kebanggaan besar sebagai pecinta dan pemerhati sepakbola nasional.

            Kita sebagai anak muda Indonesia harus bangga dan seharusnya bisa menjadi inspirasi untuk anak muda lainnya. Kalau mau ada perubahan besar dalam persepakbolaan Negara kita maka harus ada cara kongkrit untuk merubah nya. Untuk melakukan sesuatu yang positive untuk perkembangan Sepakbola Indonesia maka harus ada perubahan dan perbaikan di dalam tubuh federasi sepakbola kita, dalam hal ini adalah PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) karena disanalah kita akan melihat bagaimana cara kerja para pengurus PSSI yang ada pusat maupun kepengurusan cabang (PENGCAB). Apabila kita sudah dapat melakukan reformasi terhadap para pengurus tadi dengan cara menindak oknum-oknum pengurus yang ingin menghancurkan sepakbola bangsa ini, maka akan semakin mudah bagi kita untuk melakukan perubahan dan perbaikan secara cepat untuk sepakbola Indonesia namun hal tersebut akan terasa sulit apabila para oknum-oknum itu tidak dapat di berangus.

            Melihat hal tersebut terjadi maka sudahkah kita menjadi bagian dari perubahan itu. Sudahkah kita memiliki peran untuk perubahan tersebut. Beberapa tahun lalu Sepakbola kita mengalami perpecahan menjadi dua kubu, satu pihak menyatakan pihaknya menjadi organisasi yang paling benar saat itu, namun di satu kelompok lain mengatakan bahwa kepengurusan beberapa pejabat PSSI adalah tidak sah. Mereka mengelola Liga Indonesia (ISL) satu lagi mereka buat Liga yang mereka namakan Liga tandingan bernama (LPI) atau Liga Premier Indonesia yang di kelola oleh salah satu pengusaha besar di Negara ini.

            Badan tertinggi yang seharusnya menjadi badan yang bertanggungjawab akan kelangsungan dan perkembangan sepakbola negeri ini malah terpecah belah menjadi  dua kubu yang saling berseberangan dan saling menuding bahwa kelompok mereka lah yang benar dan sah, sementara lain pihak pernah salah seorang pengurus yang dahulunya mendukung besar program PSSI yang sah malah menjadi kelompok yang bertolak belakang dengan pihak lain yang baru dibuat. Sudah seharusnya kita bangga dengan sepakbola Nasional karena jika kita coba membandingkan dengan perkembangan sepakbola di Negara lain maka saya bisa menjamin bahwa Negara kita bisa lebih hebat dari mereka yang ada di Negara-negara ASIA khususnya Asia Tenggara. Menurut saya kemegahan serta antusias penonton nya juga bisa dibilang bangsa kita lebih baik.

            Sudah seharusnya Sepakbola kita saat ini menjadi jati diri bangsa Indonesia yang tertanam dalam dalam akar kehidupan rakyatnya. Begitu cintanya rakyat Indonesia dengan olah raga yang satu ini membuat perkembangan dan kemajuan dari segi entertainment sepakbola itu sendiri menjadi semakin semarak. Coba lihat jauh kedalam pelosok-pelosok desa di seluruh Nusantara, disana kita banyak melihat masyarakatnya sangat mencintai olah raga ini. Hal tersebut terlihat dari hegemoni dan antusias mereka untuk datang ke stadion-stadion kesayangan mereka untuk menonton langsung pertandingan Tim kesayangan mereka bermain.
            Semakin badan yang mengurus masalah supporter itu cepat di buat maka dapat di pastikan Indonesia memiliki supporter sepakbola terpanatik di dunia. Beberapa supporter besar harus di wadahi dengan baik dan benar agar perkembangan dan keberadaan mereka menjadi lebih terpantau dengan jelas karena mereka diawasi langsung oleh badan khusus untuk supporter yang di buat oleh PSSI.

            Bayangkan apabila management sopporter sepakbola di Indonesia terorganisir dengan baik, maka dapat di bayangkan pemasukan yang sangat luar biasa untuk klub-klub yang di tonton oleh mereka. Dengan semakin bertambah banyaknya masyarakat untuk menonton langsung ke stadion maka pemasukan untuk Tim juga akan bertambah. Sudah sepantas dan seharusnya kita saat ini dengan semakin berkembangnya sepakbola modern dapat dengan aman dan nyaman datang dan menonton langsung ke stadion. Kondisi aman dan nyaman juga pasti akan membuat penonton-penonton lain jadi semakin bersemangat untuk datang kesana, apalagi para anak-anak kecil, orang tua, ibu-ibu sampai wanita juga akan merasa senang datang ke stadion untuk menonton pertandingan dan melihat langsung para pemain idolanya di sana.

            Untuk semua alasan itulah sebabnya sepakbola di Indonesia sudah menjadi budaya dan harga diri bangsa. Dengan sepakbola kita dapat melihat perbedaan menjadi satu, tidak mengenal yang namanya beda suku, golongan, dan dari mana dia berasal. Dengan sepakbola kita dapat mempersatukan bangsa ini mulai dari Sabang sampai Merauke.

            Itulah tugas besar kita dan PSSI untuk membawa arah persepakbolaan kita menuju arah yang lebih baik. Baik dan buruknya persepakbolaan bangsa ini semua menjadi tanggungjawab kita bersama sebagai pecinta sepakbola dengan bekerja sama bersama PSSI dan masyarakatnya.