Jumat, 28 Februari 2014


INDAH NYA INDONESIA 

Pernahkah terbayangkan oleh kita ketika kita melihat alam Indonesia. Pasti yang terbayangkan saat itu adalah alam dan isi nya. Lalu apa yang dapat kita lihat dari alam Indonesia. Pernah kan kita pikirkan tentang itu semua bagaimana cara Tuhan menciptakannya. Apabila kita lihat sejenak tentang letak Geografis Indonesia ternyata bisa dibuktikan bahwa Negara ini terletak dalam Geografis yang strategis, dan dunia mengakui itu. Letak alam yang bisa memberikan keindahan luar biasa. Coba perhatikan mulai dari ujung Timur sampai ujung Barat Indonesia dimana tidak ada tempat yang tidak indah dari Negeri ini, dari Sabang sampai Merauke Tuhan telah menitipkan begitu banyak Maha karya Nya untuk negeri ini. Coba lihat dari laut nya, apa yang tidak ada di laut Indonesia?, coba lihat pegunungan nya apa yang tidak ada disana. Sudahkah kita bersyukur atas semua itu atau kita lupa untuk mensyukuri itu semua bahkan kita lebih membanggakan dengan apa yang ada di negara lain. Sebagai bagian dari rasa syukur saya untuk Negeri ini maka saya coba masukan beberapa tempat indah negeri ini sebagai bahan rasa syukur. Coba lihat Gunung Gede-Pangrango, Jawa Barat di bawah ini.

Hanya Indonesia yang punya hutan hujan seperti ini, masihkah kita bangga dengan alam Negara lain. Atau Gunung Papandayan di bawah ini, dimana dari tempat ini kita bisa melihat langsung kawah Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat ini. Dari Puncak Gunung ini juga kita bisa melihat ladang bunga Edelwies tumbuh subur disana. Lalu masihkah kita bangga dengan alam Negara lain? Ada juga Gunung Prau di Dieng, Wonosobo. Saking indahnya banyak orang dapat menyaksikan langsung “Golden Sunrise”, jika kita beruntung kita juga bisa melihat tujuh puncak gunung, langsung dari puncak gunung Prau. 






"Gunung Prau, Dieng dengan Golden Sunrisenya. cuma di Indonesia".







Itu baru dua dari sekian banyak pemandangan dan keindahan alam lain yang ada di Gunung. Dibawah ini juga ada keindahan alam dari laut dan kepulauan Indonesia. Coba lihat pulau Komodo dibawah ini, masihkah kita bangga dengan alam Negara lain teman-teman?.

Dibawah ini juga ada Kepulauan Raja Ampat, letaknya di ujung Timur Indonesia menjadikannya salah satu dari banyak kepulauan terindah di Indonesia maupun Dunia.



"Tidak perlu pergi ke luar negeri hanya untuk melihat Komodo hidup liar di sebuah pulau, cukup di Indonesia".

"Tidak usah pergi jauh-jauh ke luar negeri kalau hanya ingin melihat Surga Dunia, hanya ada di Indonesia".

Itu baru sebagian tempat dari Maha Karya Tuhan untuk Indonesia, sementara masih banyak lagi tempat-tempat indah di negeri ini; seperti danau Toba, Labuan Bajo, gunung Semeru, gunung Rinjani dan tempat-tempat eksotis lainnya. Semua bisa dilihat di sini.

Mulai dari atas Gunung sampai dasar Lautan Indonesia punya keindahan yang tidak semua Negara-negara lain di dunia punya. Masihkah ada rasa untuk membanggakan Negara lain bahwa mereka lebih hebat dari kita. Saya rasa tidak. Semua sudah ada di Indonesia. Sudah seharusnya kita bangga dan tugas kita untuk menjaga semua keindahan alam ini, sekarang semua bisa kita nikmati tanpa harus pergi jauh ke luar negeri. Disini, hanya disini, di INDONESIA.
"KATA ITU ADA DI DALAM DIRIMU"

Selasa, 25 Februari 2014

“IMPIAN TIM NASIONAL U-19 DI PIALA DUNIA U-20”

Harapan besar bangsa Indonesia saat ini dari olah raga Sepak bola tertuju kepada anak-anak muda yang sekarang sedang fokus berlatih di bawah asuhan coach Indra Sjafri. Tim Nasional sepakbola U-19 sedang giat-giatnya berlatih dan melakukan Training Center (TC) di kota Jogjakarta. Garuda muda sedang dipersiapkan untuk bertarung di kancah Piala Asia dan Piala Dunia usia 20 tahun di Myanmar dan Selandia Baru tahun 2014 dan 2015 nanti. Evan Dimas cs digenjot dengan materi dan metode latihan yang sangat keras agar hasilnya maksimal. Namun, sebelum menuju ke Piala Dunia FIFA 2015 di Selandia Baru, Rafi Murdianto dituntut harus bisa melewati fase lolos empat besar Piala Asia di Myanmar 5-22 Oktober 2014 terlebih dahulu. Maka untuk mempersiapkan itu semua, ajang uji coba bertajuk “Tour Nusantara” menjadi salah satu metode yang digunakan manajemen Timnas guna mendongkrak persiapan tim sebelum berlaga di putaran Final Piala Asia nanti, termasuk melakukan beberapa uji coba di luar negeriUntuk uji coba nasional Evan Dimas dan kawan-kawan dijadwalkan akan melawan tim-tim U-21 yang ada di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ajang uji coba ini juga dilakukan dengan harapan para pemain dapat menerapkan strategi-strategi yang sudah diberikan pada saat Training Center di Universitas Negeri Yogjakarta beberapa bulan lalu. Tim kepelatihan juga akan melihat bagaimana para pemain dapat bertahan dengan fisik yang mereka miliki. Tim Nasional U-19 kini menjadi sorotan publik Indonesia karena berhasil menjadi juara pada Final piala AFF tahun 2013, ditambah mereka berhasil menjadi juara group dan berhasil mengalahkan juara bertahan Korea Selatan dalam kualifikasi piala Asia tahun lalu. Selain mempersiapkan mental pemain dalam tour nusantara, coach Indra Sjafri juga akan mencoba merotasi seluruh pemainnya yang selama ini jarang ditampilkan dalam dua ajang terakhir tersebut.
            Nama-nama seperti Yabes, David, Ichsan dan Okto Sitanggang diharapkan mampu melapisi kinerja dari pemain-pemain utama seperti Evan Dimas, Maldini Pali, Hargianto, serta Hansamu yama di sebelas pemain utama. Ajang uji coba ini juga di harapkan dapat menutupi lini-lini mana saja yang dianggap kurang oleh Coach Indra. Diharapkan juga dengan adanya uji coba ini para anak muda ini dapat memberikan permainan yang maksimal ketika menjalani kedua turnamen besar itu. Kini harapan besar bangsa ini untuk mengikuti piala dunia U-20 di Selandia Baru bukanlah satu hal yang mustahil melihat performa anak-anak muda ini berlaga di dua turnamen sebelumnya. Kita sebagai masyarakat pecinta sepakbola Indonesia yang sudah lama ingin melihat Tim Nasional Sepakbola nya bermain di kancah Internasional seperti piala dunia akan menjadi dapat melihatnya segera melalui Garuda Muda U-19 nanti akan menjadi sebuah kebanggan bagi bangsa dan Negara ini tentunya. Tugas dan amanah besar ada di Tim kepelatihan dan anak-anak garuda muda Indonesia untuk menapaki mimpi mereka yaitu “IMPIAN MENUJU PIALA DUNIA FIFA U-20” di Selandia Baru.
            Bukan tidak mungkin cita-cita yang selama ini terpendam jauh akhirnya dapat diwujudkan dengan kerja keras, semangat juang, serta support seluruh element bangsa Indonesia untuk mendukung mereka yang akan membawa harum nama Indonesia di kancah Sepak bola Internasional. Terus BERJUANG Garuda Muda Indonesia, bawa terus Merah Putih di dalam dada Mu, kibarkan semangatnya sampai titik darah penghabisan dan Piala Dunia U-20 2015 adalah “HARGA MATI”.

Kamis, 20 Februari 2014

"TIM NASIONAL INDONESIA"

Tim Nasional yang belum bisa menjadi idaman bagi bangsa Indonesia.


NATURALISASI BUKAN JALAN TERBAIK UNTUK SEPAKBOLA INDONESIA

Sekarang sudah tidak asing lagi kita mendengar nama-nama seperti Diego Micheal, Irfan Bachdim, Cristian Gonzales di skuad Tim Nasional Sepakbola Indonesia, sampai yang teranyar sekarang seperti Grek Ngokolo, Victor Igbonefo dan Stevano Lilifany yang di datangkan langsung dari Belanda yang katanya masih ada darah Indonesia mengalir didalam Stevano.
Apa memang sudah sesulit itu kah Tim Nasional kita menemukan anak-anak bangsa yang memiliki kualitas lebih dari mereka para pemain naturalisasi?. Pemain-pemain tersebut diatas adalah beberapa contoh nama dari sebagian pemain sepakbola yang kini sudah berganti kewarganegaraan menjadi WNI hanya untuk memperkuat skuad Merah Putih berlaga disemua kompetisi. Melihat nama-nama para pemain Naturalisasi tersebut kita juga tidak boleh menutup sebelah mata bahwa kualitas-kualitas para pemain lokal tidak boleh dianggap sudah pudar, contohnya nama-nama seperti Boci a.k.a Boas Salosa dan Ahmad Bustomi adalah mutiara-mutiara asli binaan sepakabola Indonesia, tidak bisa kita pungkiri juga bahwa talenta-talenta muda pesepakbola di Indonesia bertebaran dari Sabang sampai Merauke, dari sekolah-sekolah sepakbola sampai tim-tim yang ada di Liga resmi dibawah naungan PSSI. Mungkinkah asset-aset tersebut harus pupus karena kebijakan PSSI yang coba merekam jejak negara-negara tetangga guna menghalalkan para pemain lain untuk bissa memperkuat Tim Nasional kita dengan jalan NATURALISASI! Kalau saja pembibitan di usia muda sudah dilakukan dengan baik sejak dahulu mungkin jalan Naturalisasi bukan jalan yang baik untuk kemajuan dan perkembangan Sepakbola Indonesia. Setidaknya proses tersebut membantu kita menemukan talenta-talenta baru untuk menggantikan para pemain-pemain yang sudah uzur dimakan usia. Boleh jadi pembibitan pemain di usia muda juga dapat membantu para pengurus Sepakbola di negeri ini menyeleksi seluruh telenta-talenta asli binaan Indonesia karena mereka lahir dan besar di Indonesia.
Salah satu alasan terkuat mengapa Tim Nasional kita jalan pintas melakukan Naturalisasi adalah karena sudah lama kita tidak berprestasi baik ditingkat ASIA maupun Internasional, bahkan katanya Negara kita sudah tertinggal jauh dari Negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand yang notabennya dulunya mereka jauh dibawah Indonesia, untuk pringkat FIFA saja Indonesia masih dibawah ketiga Negara tersebut. Sungguh ironis memang melihat negara kita yang secara Geografis lebih unggul jauh dari mereka, mengapa untuk mendapatkan 25 pemain terbaik saja kita harus menyisihkan para talenta-talenta lokal guna mendatangkan para pemain naturalisasi yang menyanyikan lagu Indonesia Raya saja mereka masih terbata-bata. Sadar atau tidak sadar sedikit demi sedikit kita sedang mengikis kebanggaan kita sebagai Negara yang besar akan sepakbolanya. Akankah Naturalisasi ini menjawab akan keraguan pecinta sepakbola seantero Indonesia akan Tim Nasional kita yang berprestasi dan haus akan gelar yang sudah lama membeku dan kering. Kita berharap kedepan pembibitan pemain-pemain muda asli Indonesia lah yang akan mengisi wajah-wajah di skuad Merah-Putih yang akan memberikan gelar dan prestasi untuk bangsanya, bukan jalan pintas dengan cara Naturalisasi. Karena Naturalisasi bukan jalan terbaik untuk Sepakbola Indonesia. “Merah Putih di dadaku”. 
Gunung Prau, Dieng Wonosobo. Jawa Tengah.



            Gunung Prau, Dieng terletak diantara Kab. Kendal dan Kab. Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung Prau ini sendiri terletak diantara  11 derajat Lintang Utara dan 109 derajat Bujur Timur dan termasuk kedalam daerah dataran tinggi. Banyak orang yang mengatakan kalau dataran tinggi Dieng itu adalah tempat bermukimnya para dewa. Entah dewa apa yang bersemayam disana bagi saya yang pernah datang langsung dan melihat indahnya dataran tinggi Dieng tidak salah apabila daerah tersebut disebut tempat bersemayam nya para dewa. Saya melihat secara langsung tempat yang banyak dibicarakan banyak orang ini. Tempat dengan kultur budaya, pemandangan alam dan kearifan warga lokal menjadi satu paket lengkap apabila kita berkunjung kesana. Salah satu tempat yang pernah saya datangi ketika di Dieng adalah salah satunya gunung Prau, atau gunung Perahu bahasa orang lokal sana mengenalnya. Salah satu destinasi yang tidak akan terlupakan bagi para pecinta alam, khususnya bagi mereka yang menyukai olah raga naik gunung. Selain puncak Sikunir, puncak gunung Prau juga menyajikan pemandangan yang sangat luar biasa. Dari puncaknya kita bisa menyaksikan golden Sunrise dan Sunset yang sangat memanjakan para pendaki serta para pencari gambar. Dari puncak gunung Prau kita dapat melihat 5 puncak gunung yang ada di Jawa Tengah secara langsung. Diantara 5 puncak gunung tadi diantaranya adalah; ada gunung Sindoro dan Sumbing, ada gunung Lawu, ada juga puncak gunung Merapi dan Merbabu. Kata salah seorang penduduk lokal, kalau kita beruntung dan hari sedang cerah, maka kita juga bisa melihat langsung gunung Agung di Bali dan gunung tertinggti di pulau jawa yaitu gunung Semeru. Rasa lelah akan terbayar ketika kaki kita menapaki jalan setapak demi setapak menuju puncak, karena jalur yang ditempuh tidak terlalu jauh dan sepanjang perjalanan menuju puncak Prau, kita akan dimanjakan oleh pemandangan-pemandangan khas dataran tinggi Dieng. Dari punggung bukit saja kita bisa melihat kampung-kampung yang ada di sepanjang dataran tinggi Dieng lengkap dengan Candi-candi yang penuh dengan kisah sejarah dan legenda masyarakat. Dari punggung gunung pun kita juga bisa menyaksikan danau telaga warna yang terkenal itu. Gunung Prau sendiri memiliki ketinggian 2565 mdpl dengan puncak gunung yang berbukit diatas nya. Tidak berbeda jauh dengan panorama alam di sekitaran dataran tinggi Dieng, di puncak pun kita disajikan oleh puluhan bukit yang melingkari gunung tersebut. Terkenal juga apabila kita beruntung dan kondisi cuaca yang bagus kita juga dapat menyaksikan bukit Teletabies, bukit dengan padang rumput yang indah diberikan langsung oleh sang Pencipta. Penciptaan alam yang begitu lengkap menemani para pendaki yang ingin menuntaskan hasrat mendaki nya. Untuk bisa sampai di gunung Prau, Dieng Wonosobo, kita bisa melewati jalur Patang Banteng dan melalui SDN 03, jarak kedua tempat tersebut tidak terlalu jauh, namun yang membedakannya adalah perjalan kedua jalur itu menuju puncak. Apabila kita memulai melalui Patak Banteng waktu yang kita tempuh untuk sampai di puncak sekitar 2-3 jam namun biasanya dapat di tempuh dengan waktu 2 jam normal, sedangkan apabila kita melewati jalur SDN 03 biasanya waktu yang akan dihabiskan itu kurang lebih sekitar 3-4 jam normal karena jalurnya yang memutar dan mengelilingi gunung Prau itu sendiri. Terakhir yang menarik dari dataran tinggi Dieng adalah buah khas yang bernama Carica yang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi Dieng saja. Apabila kita berencana kesana diusahakan kita mengambil waktu yang agak lama, agar tempat-tempat lain seperti yang sudah saya sebutkan diatas bisa kita jamah semuanya. Semoga keindahan gunung Prau, Dieng bisa membawa kami kembali kesana dan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru tentunya. Terima kasih. 

Rabu, 19 Februari 2014

CINTA SEPAKBOLA DAN FUTSAL

Banyak orang mengatakan kepada saya bahwa kenapa sih hobi bangat sama yang namanya olah raga Sepakbola dan Futsal! Apa enggak ada olah raga atau hobi lain selain kedua olah raga tersebut. Sempat beberapa menit terdiam sihh, apalagi yang nanya itu orang tua. Memang sihh sebagian orang tua banyak yang tidak menyetujui anak-anak mereka menyukai olah raga tersebut, entah kenapa dan apa yang ada di pikiran orang tua ketika tidak menyetujui anak-anak mereka mencintai dan menggeluti kedua olah raga yang sangat populer di Indonesia itu. Apa mungkin karena waktu yang akan mereka habiskan atau mungkin karena mereka tidak melihat prospek dari kedua oleh raga tersebut. Saya mungkin salah satu contohnya; dari sekian banyak teman-teman saya yang juga menyukai olah raga tersebut mungkin saya lah yang sangat di batasi oleh kedua orang tua, saya juga merasa kurang diberikan suport atas hobi saya tersebut sampai saat ini lohh. hehehee. Tapi sepanjang saya menjalankan hobi ini sebaik mungkin saya tidak membuat mereka sampai sangat kecewa dengan saya, mungkin sihh saya juga terkadang ketika harus menghabiskan waktu dengan kedua hobi saya tersebut terkadang saya juga banyak menghabiskan waktu tapi jujur aktivitas yang saya lakukan tidak lebih hanya bermain dengan kedua hobi saya tersebut. Itu salah satu mungkin yang menjadi ganjalan bagi saya menjalankan kegiatan-kegiatan itu. Disamping itu dengan berjalanan nya waktu sepanjang saya menggeluti sepak bola dan futsal saya juga sudah memberikan sedikit banyak prestasi-prestasi yang lumayan banyak, prestasi saya yang paling banyak saya dapatkan dari sepakbola, olah raga ini sudah sudah seperti vitamin bagi saya selain futsal. Sepak bola sudah menjadi darah dalam diri saya, dengan sepak bola banyak beban pikiran sedikit banyak berkurang dalam kehidupan sehari-hari saya, mungkin perasaan itu juga yang terjadi terhadap teman-teman yang memang "GILA" akan olah raga yang satu ini. Dengan sepak bola dan futsal banyak orang bisa awet muda lohh, banyak juga yang sukses dengan olah raga ini. Walaupun saya banyak bermain sepak bola dan futsal di kampus, namun banyak juga lohh yang berhasil dan sukses menjadi atlit dan pemain-pemain nasional walaupun latar belakangnya dari kampus. Saya berpendapat kalau kita mau berhasil di dua olah raga tersebut mungkin tantangan seperti yang saya hadapi harus di bayar salah satunya dengan prestasi. Mau orang tua yang melarang sampai mungkin pacar kalau sudah kita tunjukan prestasi di bidang itu saya yakin mereka akan mengerti dengan sendirinya. Cinta akan Sepak bola dan Futsal istilah yang saya gunakan untuk menjabarkan seberapa cinta nya saya dengan dunia sikulit bundar tersebut. Walaupun banyak tantangan nya tapi kalau kita sudah cinta dengan olah raga itu semua halangan tersebut pasti dilalui, sesulit apapun tantangan nya kalau kita sudah gila sepak bola dan futsal tidak akan ada kata lelah. Dan kalau kita sudah cinta apapun pasti kita lakukan, termasuk dengan hobi ini, hobi yang dilakukan dan disukai oleh orang-orang yang hanya GILA dengan sepak bola dan futsal saja. Olah raga yang hanya dilakukan oleh orang-orang yang cinta akan tantangan dan cinta akan hidup sehat. 

Selasa, 18 Februari 2014

KATA DALAM RINDU

"Kata apa yang pantas untuk diucapkan"
"Seorang anak manusia memuji kertas di saat malam"
"Disaat malam dan hening datang"
"Tak kunjung habis tinta di bentangkan"

"Ingin rasanya bibir ini mengucapkan"
"Sebuah kata yang sudah lama terkukung dalam kantung kerinduan"
"Namun jauh dan sulit bertembokan perpisahan"

"Apa mungkin kata dan waktu tersebut akan datang"
"Waktu yang sudah tergerus oleh nyatanya kehidupan"
"Apa mungkin dia kan mendengar"
"Sedangkan ini hanyalah rasa dan dan kata dalam kerinduan".